Senin, 05 November 2012

Pemberdayaan Ekonomi Umat

Kaadal Fakru An Yakuuna Kufron. Begitulah sabda Rosululloh SAW, dalam memberikan motivasi kepada umatnya untuk mencari mangisah atau penghasilan, tidak tergantung dengan pemberian orang lain dan supaya tidak menjadi miskin yang pada akhirnya menjadi beban masyarakat. Pada zaman sekarang ini apa-apa bisa dibayar dengan uang, begitu orang-orang bicara. dengan uang orang bisa menguasai siapapun. Bagi orang yang mengalami kesulitan hidup, maka dia akan mendewakan siapa saja yang mau menolongnya. Sehingga Islam memerintahkan umatnya untuk zakat dan shodaqoh supaya orang-orang miskin ini merasa terlindungi oleh agama Islam. Kenyataan di masyarakat ternyata banyak juga para ustadz dan guru-guru TPQ yang penghidupannya tergolong miskin, belum mempunyai penghasilan yang pantas. Biasanya untuk makan sehari-hari masih tergantung dengan pemberian orang lain/santrinya. Para Penyuluh Agama Honorer sebagian besar juga masih hidup dalam kemiskinan karena tidak ada kegiatan usaha yang bisa membawa kepada kesejahteraan. Dengan latar belakang masalah tersebut maka penulis bekerjasama dengan PNPM mengadakan pelatihan Ternak Kambing, Ayam dan Ikan dengan menggunakan teknologi pakan Fermentasi berbasis limbah lingkungan dan limbah sawah. Dengan pemberian pakan ini akan bisa menghemat biaya sampai dengan 50%, penghematan yang luar biasa. Disamping itu kotoran tidak berbau sehingga tidak mengganggu lingkungan. Sebagai contoh: Pakan ayam yang biasanya menggunakan Foor dan Dedak bisa dihematkan dengan campuran serbuk gergaji. Wouwww.... apa doyan tuh!?. Nyatanya ayamnya ngemel qoh!. Pakan kambing yang biasanya harus ngarit rumput bisa diganti dengan jerami kering dan limbah sawah lainnya. He he ... aku juga jadi pengin ternak nih...! biar tiap tahun bisa kurban kambing. amiin. Bahkan dengan membuat media pakan fermentasi tersebut, kita bisa memelihara ayam maupun ikan tanpa harus diberi makan tiap hari karena makan alami sudah tersedia. Mudah-mudahan aja ilmu ini bisa diamalkan sehingga nantinya masyarakat muslim semakin sejahtera. Ustaqdz-ustadz TPQ dan PAH tidak perlu meninggalkan kampung untuk mencari pekerjaan, tapi mereka justru bisa menciptakan lapangan pekerjaaan. AMiin ya Robbal 'alamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar