Kemanakah Tuhan selama ini ? Apakah Dia tidak melihat kekejamann Israel di Palestina? Apakah doa-doa milyaran orang musim tidak didengar? Mengapa Alloh memenangkan Zionis Israel?
Itulah kira-kira pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam benak sebagian orang Islam melihat aksi kekejaman Isrel terhadap warga Palestina di Gaza. Disini penulis mencoba membuka pemikiran kita mensikapi peristiwa Palestina, dan juga mungkin tragedi pembantian umat Islam di belahan dunia lain seperti di Birma dimana umat Muslim Rohinya juga mengalami pembantaian.
Kita mulai dari pengertian Islam dulu ya.... Secara Epistimologi Islam berasal dari kata Aslama Yuslimu Islaman yang berarti proses menuju keselamatan. Jadi orang Islam adalah orang yang sedang berproses menuju keselamatan. Untuk menjadi orang Islam ia juga harus beriman. Iman berasal dari kata amana yu'minu imanan yang berarti proses menuju keamanan. Seorang Muslim yang beriman adalah orang yang sedang berproses menuju keselamatan dan keamanan atau kenyamanan. Kondisi dan harapan inilah yang selalu dibaca sebagai doa setiap muslim yaitu robbana aatina fiddunya hasanah wafilakhiroti hasanah waqina'azabannar.
Dalam Islam setiap doa harus disertai dengan ikhtiar. Ikhtiar yang benar adalah ikhtiar yang sesuai dengan perintah atau kehendak Alloh atau yang biasa disebut dengan maqoshidusyar'iyah. Maksud kehendak Alloh ini tercermin dalam ayat-ayat Qur'aniyah, Ayat Kauniyah dan Ayat Insaniyah.Kahendak Alloh dalam ayat Qur'aniyah memerintahkan kita untuk menegakkan lailaha illalloh, yaitu ketauhidan sehingga dengan keimanan ini menjembatani segala aktifitas didunia untuk sampai diakherat. juga meningkatkan ibadah Illahiyah atau habluminalloh. Namun dengan menjalankan kehendak Alloh dalam dimensi ayat qouliyah ini belum mengantarkan manusia mencapai kebahagiaan dunia akherat. Untuk mencapainya ia harus mengislami dan mengimani ayat kauniyah dan ayat insaniyah.
Ayat kauniyah adalah segala hukum Alloh yang ada di alam seperti segala gejala alam, hukum-hukum alam, berat jenis, ilmu pengetahuan alam, tteknologi dan sebagainya. Jika kita bisa menguasai ini maka jalan menuju kebahagiaan dunia tercapai. Dibidang inilah orang Islam sering tertinggal, orang islam menjadi kurang islam dan iman terhadap ayat ini. Orang-orang muslim dalam belahan dunia manapun kadang kurang selamat jika berhadapan dengan orang kafir. Di Rohiniya misalnya dan sekarang di Palestina. Penguasaan terhadap ayat kauniyah kalah jauh dengan Israel dengan kata lain Israel lebih islam (selamat) dan lebih iman (aman) daripada orang Palestina. Hal ini karena mereka lebih memahami ayat kauniyah Alloh dibanding orang muslim Palestina.
Di zaman Rosululloh dan khulafaurrosyidin, orang muslim telah bisa menguasai dunia. Menjadi negara super power, hal ini karena mereka telah dibekali dengan keyakinan yang kuat (ayat qauliyah) dengan konsep jihadnya, dan mereka juga bisa menguasai peralatan perang (ayat kauniyah). Bandingkan dengan kondisi sekarang..???? Umat Islam telah menguasai apa? Satu-satunya negara muslim yg mungkin diharapkan adalah Iran.
Dengan kondisi sekarang ini, janganlah kita memusuhi negara-negara yang kuat dalam ayat-ayat kauniyah (AS), kita gunakan strategi ayat insaniyah dengan pendekatan kepada mereka sambil kita belajar sebagaimana telah dilaksanakan oleh negeri-negeri Islam terdahulu dengan bekerjasama dengan bangsa Yunani utuk mempelajari ilmu-ilmu barat, filsafat dan sebagainya sehingga membawa kemajuan di dunia Islam. Saat ini pusat peradaban berada di Barat seyogyanya kita elajar kesana supaya keislaman kita terhadap ayat kauniyah meningkat. Setelah kita menguasai ayat kauniyah selanjutnya kita bisa mengislamkan aqidah mereka, dan kita tidak perlu merasa takut karena dengan penguasaan ayat kauniyah, tidak ada seorangpun yang meremehkan kita di dunia. Amerika sekalipun, apalagi Israel.
Sekarang yang salah kita atau Alloh..?
Orang yang tidak mau memahami dan menjalankan kehendak Alloh dalam Al Qur'an disebut sebagai orang yang aniaya terhadap diri sendiri. Waah munngkin sama dengan bunuh diri ya?
Dalam hadits juga disebutkan bahwa "Tiada do'a yang tidak dikabulkan bagi orang yang teraniaya"
Lalu siapa yang dianiya dan menganiaya di sini? Di Palestina..? di Burma atau di tempat-tempat lain?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar